Berita Terkini

Apel Pagi, Ingatkan Pentingnya Syukur

kab-ngawi.kpu.go.id, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi kembali melaksanakan apel pagi di halaman kantor pada Senin (13/04/2026). Apel masih berada dalam suasana hangat bulan Syawal, menjadi momentum bagi seluruh jajaran untuk memperkuat dedikasi kerja. Bertindak sebagai Pembina Apel, Muhammad Prasetyo Nugroho, menyampaikan pesan-pesan substantif terkait integritas personal dan etos kerja. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa kunci utama dalam menghadapi padatnya tahapan pemilu adalah rasa syukur. "Penting bagi kita semua untuk senantiasa mengedepankan rasa syukur dalam menjalani kehidupan maupun pekerjaan. Syukur bukan hanya soal ucapan, tapi manifestasi dari ketenangan hati dalam menjalankan amanah," ujar Prasetyo di hadapan seluruh staf dan anggota KPU Ngawi. Lebih lanjut, Prasetyo mengajak seluruh peserta apel untuk menjadikan momentum bulan Syawal sebagai titik balik untuk membangkitkan kembali semangat kerja. Setelah melalui fase refleksi di bulan Ramadan, ia berharap ada energi baru yang dibawa dalam menjalankan tugas-tugas.

Menelusuri Jejak ITB dan Perannya untuk Bangsa

Jejak Historis 13 April 2026 (Lahirnya Institut Teknologi Bandung - ITB) Menelusuri Jejak ITB dan Perannya untuk Bangsa kab-ngawi.kpu.go.id, Tanggal 13 April menjadi lembaran penting dalam kalender sejarah Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan. Tepat 67 tahun yang lalu, di bawah langit Bandung yang sejuk, sebuah institusi yang akan menjadi tulang punggung intelektual bangsa resmi berdiri dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB). Peresmian oleh Presiden Soekarno pada tahun 1959 ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan sebuah pernyataan politik tentang kemandirian bangsa. Akar Sejarah: Dari Kolonial Menuju Nasional Jauh sebelum tahun 1959, benih pendidikan teknik di Indonesia sebenarnya telah tertanam sejak 3 Juli 1920 dengan berdirinya Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS). Di sanalah tokoh-tokoh besar, termasuk Ir. Soekarno, menimba ilmu. Namun, pada masa itu, akses pendidikan sangat terbatas dan didominasi oleh kepentingan kolonial. Setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia menyadari bahwa kedaulatan tidak cukup hanya dengan pengakuan politik, tetapi juga harus didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peresmian ITB pada 13 April 1959 menandai transisi besar: dari institusi warisan Belanda menjadi institusi nasional yang sepenuhnya berorientasi pada kepentingan rakyat Indonesia. Kampus Ganesha, yang dikenal dengan arsitektur atap bertumpuknya yang khas, menjadi saksi bisu lahirnya berbagai inovasi. ITB tidak hanya mengajarkan teknik sipil atau mesin, tetapi juga menjadi tempat persemaian pemikiran kritis. Para mahasiswa dididik untuk menjadi problem solver bagi masalah-masalah yang dihadapi bangsa, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kedaulatan energi. Daintara tokoh yang menempuh pendidikan di ITB diantaranya, Presiden pertama RI Soekarno dari Teknik Sipil 1926, B.J. Habibie (Presiden RI), Djuanda Kartawidjaja (Perdana Menteri), Samaun Samadikun (Insinyur ternama Indonesia). Keberadaan ITB memiliki kaitan erat dengan penguatan Nasionalisme dan Demokrasi di Indonesia: Nasionalisme Intelektual Nasionalisme bukan hanya tentang mengangkat senjata, tetapi juga tentang mengangkat derajat bangsa melalui karya. ITB membuktikan bahwa putra-putri Indonesia mampu mengelola teknologi tinggi secara mandiri. Inilah "Nasionalisme Intelektual", sebuah keyakinan bahwa bangsa Indonesia memiliki kecerdasan yang setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Pilar Demokrasi dan Kesadaran Kritis Dalam sistem demokrasi, perguruan tinggi seperti ITB berfungsi sebagai kekuatan penyeimbang dan gudang pemikiran kritis. Demokrasi yang sehat membutuhkan warga negara yang terdidik (smart voters). Mahasiswa dan lulusan ITB sering kali menjadi garda terdepan dalam gerakan pro-demokrasi, memastikan bahwa jalannya pemerintahan tetap berada pada rel kepentingan rakyat. Inklusivitas dalam Pembangunan Semangat ITB yang terbuka bagi seluruh putra-putri terbaik dari Sabang sampai Merauke. Ini mencerminkan nilai demokrasi yang inklusif. Hal ini sejalan dengan tugas kita di KPU, yakni memastikan bahwa setiap individu, tanpa memandang latar belakang, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi negara, baik melalui inovasi ilmu pengetahuan maupun melalui partisipasi dalam pemilihan umum.   Judul Tulisan   : Menelusuri Jejak ITB dan Perannya untuk Bangsa Penyusun        : Tim Parmas dan SDM KPU Ngawi Gambar           :  Ilustrasi Soekarno dan Habibi kreasi Gemini  

KPU Ngawi Terima Monitoring Aktualisasi Latsar CPNS dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya

kab-ngawi.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi menerima kunjungan Tim Monitoring Aktualisasi Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pemantauan Latsar  CPNS Golongan III Angkatan I hingga Angkatan V di lingkungan KPU Provinsi Jawa Timur. Acara berlangsung di media center,  dihantarkan langsung oleh Sekretaris KPU Kabupaten Ngawi, Budi Rahayu. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim monitoring. "Kami mendukung penuh proses aktualisasi ini. Kehadiran lima orang CPNS di KPU Ngawi diharapkan dapat membawa inovasi segar yang mendukung kinerja lembaga, namun disisi lain, pembangunan karakter dan profesionalitas dan disiplin juga menjadi hal penting kedepan, terutama dalam memberikan pelayanan publik.” ujar Budi Rahayu. Tim melakukan pemantauan, sejauh mana para peserta Latsar mampu mengaplikasikan nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam tugas sehari-hari serta mengetahui perkembangan pengerjakan tugas berupa aktualisasi yang telah diberikan pada peserta latsar. CPNS satu persatu menyampaikan gagasannya yang tertuang dalam projek aktualisasi, untuk mendapatkan masukan dari tim monitoring. Dengan adanya monitoring ini, lima orang CPNS di KPU Ngawi diharapkan tidak hanya lulus secara administratif, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi abdi masyarakat yang berdedikasi tinggi.

Survey Kepuasan Masyarakat KPU Kabupaten Ngawi Semester I Tahun 2026

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ngawi menyajikan survey Kepuasan Masyarakat terhadap layanan yang telah dilakukan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan untuk mengetahui sejauh mana layanan yang dilakukan serta sebagai upaya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. Bagi masyarakat disilakan mengikuti survey dengan klik disini : https://bit.ly/Survey_Kepuasan_Masyarakat_KPUKabNgawi  

Kabinet Djuanda, Sang Penjaga Kedaulatan Laut Nusantara

Jejak Historis  9 April 2026 "Kabinet Djuanda, Sang Penjaga Kedaulatan Laut Nusantara" Tanggal 9 April 1957 atau tepat 69 tahun yang lalu, sebuah tonggak sejarah besar bagi kedaulatan wilayah Indonesia ditegakkan. Melalui Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tahun 1957, terbentuklah Kabinet Djuanda, kabinet ke-16 yang membawa misi besar di tengah badai politik masa Demokrasi Liberal. Pemerintahan diibaratkan sebagai sebuah kapal besar, dan kabinet adalah para perwira yang memegang kendali navigasi, mesin, hingga logistik. Di bawah kepemimpinan Ir. Raden Djoeanda Kartawidjaja, kabinet ini menjadi "nakhoda" profesional yang berhasil membawa Indonesia keluar dari batas-batas wilayah laut yang sempit warisan kolonial. Zaken Kabinet: Profesionalisme di Atas Politik Terbentuknya Kabinet Djuanda atau yang dikenal sebagai Kabinet Karya merupakan jawaban atas kebuntuan politik di parlemen saat itu. Kabinet ini menyandang status sebagai Zaken Kabinet, yakni pemerintahan yang diisi oleh para pakar di bidangnya masing-masing. Fokus utamanya bukan lagi sekadar representasi partai, melainkan penyelesaian masalah bangsa secara teknis dan ahli. Pancakarya: Lima Program Utama Dalam menjalankan roda pemerintahan, Ir. Djuanda mencanangkan program Pancakarya, yang meliputi: Membentuk Dewan Nasional sebagai wadah aspirasi golongan fungsional. Normalisasi Keadaan Republik guna mengatasi krisis keamanan akibat pemberontakan daerah. Melanjutkan Pembatalan KMB untuk memperkuat kedaulatan ekonomi. Perjuangan Irian Barat demi kembalinya Papua ke wilayah Indonesia. Mempercepat Pembangunan nasional demi stabilitas ekonomi. Warisan Abadi: Deklarasi Djuanda Kontribusi terbesar yang akan selalu dikenang adalah Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Sebelum momen ini, laut di antara pulau-pulau kita dianggap sebagai laut bebas. Berkat keberanian Ir. Djuanda, Indonesia ditegaskan sebagai satu kesatuan wilayah yang utuh: laut bukan pemisah, melainkan pemersatu pulau-pulau Nusantara. Konsep ini kemudian diakui dunia melalui konvensi UNCLOS sebagai Negara Kepulauan (Archipelagic State), dan setiap tanggal 13 Desember kini kita peringati sebagai Hari Nusantara.   ------------------------ Judul Tulisan   : Kabinet Djuanda, Sang Penjaga Kedaulatan Laut Nusantara Penyusun        : Tim Parmas dan SDM KPU Ngawi Foto                 : wikipedia Referensi       : Ricklefs, M.C. (2008). A History of Modern Indonesia since c. 1200. Palgrave Macmillan. Poesponegoro, M.D., & Notosusanto, N. (2008). Sejarah Nasional Indonesia VI: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia. Balai Pustaka. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Daftar Kabinet Republik Indonesia. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Naskah Deklarasi Djuanda 1957. Berbagai sumber lainnya.

KPU Ngawi Rilis Pemutakhiran Data Pemilih, Tercatat 13.403 Pemilih Baru Pada Triwulan Pertama 2026

Ngawi, kab-ngawi.kpu.go.id – KPU Kabupaten Ngawi melaksanakan Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan I Tahun 2026 pada Rabu (1/4/2026. Dari kegiatan ini, KPU Ngawi merilis detail pergerakan data pemilih di 19 kecamatan. Data ini memotret dinamika kependudukan yang mempengaruhi daftar pemilih secara komprehensif. Pleno dihadiri Bawaslu Kabupaten Ngawi, Kodim 0805 Ngawi, unsur Polres Ngawi, Kesbangpol, dan instansi terkait ini mencatatkan pergerakan angka yang dinamis. Secara keseluruhan di Kabupaten Ngawi, pada triwulan pertama tahun ini, terdapat 354.764 Pemilih Laki-laki, serta 370.324 Pemilih Perempuan.  Dari jumlah tersebut, tercatat 13.403 Pemilih Baru, 7.489 Pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS), dan 5.988 Perbaikan Data Pemilih yang tersebar di 217 desa/kelurahan pada 19 Kecamatan. Merilis hasil Pleno, pada tingkat wilayah kecamatan, dinamika pemilih di Paron dengan 14 Desa kembali menempati jumlah terbanyak dimana Pemilih Laki-Laki  37.368, Pemilih Perempuan 39.142 , Total Pemilih 76.510. Sementara itu, wilayah kecamatan Ngawi dengan 16 Desa/kelurahan, menyumbang angka penambahan tertinggi dengan 1.436 Pemilih Baru, 846 Pemilih TMS, dan 525 Perbaikan Data Pemilih. Total populasi pemilih di Kecamatan Ngawi saat ini mencapai 67.696 jiwa. Sebaliknya, pergerakan pemutakhiran data paling minim tercatat di Kecamatan Kasreman (8 desa/kelurahan). Di wilayah ini, KPU mendata 298 Pemilih Baru, 185 Pemilih TMS, dan 177 Perbaikan Data, dengan total keseluruhan 20.831 pemilih. Transparansi rincian data berkelanjutan ini merupakan langkah konkret KPU Kabupaten Ngawi bersama jajaran keamanan dan pengawas pemilihan untuk memastikan validitas hak suara warga negara. KPU berkomitmen penuh untuk terus menyajikan data yang akuntabel guna mewujudkan proses demokrasi yang inklusif, adil, dan mengayomi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pengumuman bisa diakses disini.    

🔊 Putar Suara