Catatan Peringatan : Bandung Lautan Api dan Semangat Rela Berkorban untuk Bangsa
kab-ngawi.kpu.go.id – Ngawi (24/03/2026) – Peristiwa Bandung Lautan Api adalah salah satu momen heroik paling ikonik dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada 24 Maret 1946, di mana sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah dan harta benda mereka sebelum meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung.
Berikut adalah uraian sejarah peristiwa tersebut dalam bentuk alur cerita. Awal mula konflik terjadi setelah pasukan Sekutu (Inggris) memasuki Bandung pada Oktober 1945. Ketegangan memuncak ketika Sekutu mengeluarkan ultimatum pertama pada 21 November 1945, yang menuntut agar Bandung bagian utara dikosongkan dari unsur bersenjata Indonesia. Ultimatum ini ditolak oleh para pejuang, yang memicu pecahnya pertempuran di berbagai sudut kota.
Pada 23 Maret 1946, Sekutu mengeluarkan ultimatum kedua yang jauh lebih keras: memerintahkan seluruh kekuatan bersenjata dan rakyat Indonesia untuk meninggalkan Bandung bagian selatan. Menghadapi dilema antara menyerahkan kota atau bertahan dengan risiko hancur total oleh kekuatan militer Sekutu yang lebih besar, pemerintah RI dan para pejuang mengambil keputusan ekstrem. Mereka memilih untuk tidak membiarkan Bandung jatuh ke tangan musuh sebagai markas strategis, sehingga strategi "bumi hangus" pun diputuskan.
Pada malam 24 Maret 1946, warga Bandung mulai meninggalkan rumah mereka. Sebelum pergi, mereka membakar bangunan-bangunan penting. Asap hitam membumbung tinggi dan api berkobar di mana-mana, mengubah kota menjadi "lautan api". Di tengah kobaran api, terjadi pertempuran sengit, salah satunya di gudang amunisi besar milik Sekutu di Desa Dayeuhkolot. Dua pejuang muda, Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan, gugur setelah berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit.
Istilah "Bandung Lautan Api" sendiri pertama kali muncul di harian Suara Merdeka pada 26 Maret 1946. Pengorbanan besar rakyat Bandung ini menjadi simbol patriotisme yang luar biasa; mereka lebih memilih menghancurkan milik mereka sendiri daripada melihatnya dimanfaatkan oleh penjajah. Peristiwa ini juga menginspirasi terciptanya lagu perjuangan "Halo, Halo Bandung" yang membangkitkan semangat nasionalisme hingga saat ini. (Sumber Foto : Gramedia)