Menilik Peran Seni Dalam Kehidupan Berbangsa
Jejak Historis 15 April 2026 (Hari Seni Sedunia)
Menilik Peran Seni Dalam Kehidupan Berbangsa
Hari Seni Sedunia atau World Art Day diperingati setiap tanggal 15 April. Inisiasi ini muncul pertama kali pada Sidang Umum Asosiasi Seni Internasional (IAA) ke-17 di Guadalajara, Meksiko, pada tahun 2011.

Tanggal 15 April dipilih untuk menghormati hari kelahiran Leonardo da Vinci. Beliau dianggap sebagai simbol perdamaian dunia, kebebasan berekspresi, toleransi, dan persaudaraan. Peringatan hari Tari ini secara global bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan aktivitas kreatif di seluruh dunia, memperkuat ikatan antara kreasi seni dan masyarakat, serta menyoroti kontribusi seniman terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pada tahun 2019, melalui konferensi umum ke-40, UNESCO secara resmi menetapkan Hari Seni Sedunia sebagai momentum internasional untuk mempromosikan pengembangan, penyebaran, dan penikmatan seni.

Di Indonesia, seni telah lama menjadi "bahasa ibu" kedua yang menyatukan keberagaman suku dan budaya. Berikut beberapa catatan terkait keberadaan Seni di Indonesia :
-
Manifestasi Bhinneka Tunggal Ika
Seni pertunjukan seperti Wayang Kulit, Tari Piring, hingga Gamelan bukan hanya milik satu etnis tertentu, melainkan identitas kolektif. Seni visual dan kriya dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa perbedaan estetik justru membentuk satu simfoni kebangsaan yang utuh.
-
Jembatan Dialog Antarbudaya
Seni mampu melampaui batas-batas bahasa verbal. Ketika sebuah festival budaya diadakan, masyarakat dari latar belakang berbeda dapat saling memahami nilai-nilai luhur masing-masing tanpa perlu adanya perdebatan teologis atau politis yang rumit.
-
Seni dan Demokrasi
Posisi seni dalam demokrasi di Indonesia sangat strategis sebagai instrumen kontrol sosial dan ruang berekspresi. Seni bisa menjadi media kritik yang elegan. Dimana seni memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan ketidakadilan melalui metafora. Mural, puisi, musik independen, dan teater sering kali menjadi saluran aspirasi yang lebih menyentuh hati dibandingkan retorika politik formal.
-
Kebebasan Berekspresi
Dalam iklim demokrasi, seni menjadi indikator kesehatan sebuah bangsa. Sejauh mana seorang seniman dapat berkarya tanpa rasa takut mencerminkan sejauh mana demokrasi tersebut tegak.
-
Edukasi Inklusif
Seni mendorong cara berpikir kritis dan empati. Dengan menghargai karya orang lain, masyarakat belajar untuk menghargai perbedaan pendapat—sebuah fondasi utama dalam kehidupan demokratis.
Selamat memepringati Hari Seni Internasional, untuk pelaku seni, pekerja seni dan seniman seniwati di Indonesia dan Dunia, terima kasih terus merawat Indonesia dan Demokrasi di Indonesia.
Judul Tulisan : Hari Seni Sedunia, Menilik Peran Seni Dalam Kehidupan Berbangsa
Penyusun : Tim Parmas dan SDM KPU Ngawi
Foto : Tari Orek-orek (komunitasrahayat.blogspot.com)
Leonardo Da Vinci (https://id.wikipedia.org)