Berita Terkini

Kopassus : Menempa Nyali, Menjaga Kedaulatan Negeri

 

Jejak Historis 16 April 2026 (Hari Lahir KOPASSUS)

Kopassus : Menempa Nyali, Menjaga Kedaulatan Negeri

kab-ngawi.kpu.go.id, Tanggal 16 April 1952, atau tepat 74 tahun yang lalu, sebuah babak baru dalam sejarah pertahanan Indonesia dimulai. Melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium (TT) III Nomor 55/Instr/PDS/52, dibentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang menjadi cikal bakal Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Lahirnya pasukan elit ini adalah jawaban atas kebutuhan mendesak bangsa akan satuan pemukul yang cepat, tangkas, dan mampu beroperasi di medan sesulit apa pun.

Ibarat sebuah pedang yang ditempa dalam api yang panas, pasukan ini lahir dari pengalaman lapangan yang keras. Keberanian dan ketangguhan mereka dirancang untuk menjadi "ujung tombak" dalam menjaga keutuhan wilayah serta kedaulatan kedaulatan Republik Indonesia dari segala ancaman.

Pembentukan satuan ini tidak lepas dari pengalaman TNI saat menghadapi pemberontakan RMS di Maluku. Para pemimpin militer saat itu, termasuk Kolonel A.E. Kawilarang, menyadari pentingnya memiliki pasukan dengan kemampuan khusus yang melampaui infanteri reguler. Bersama Mochamad Idjon Djanbi, seorang mantan perwira pasukan khusus yang ahli di bidang taktik komando, pondasi pertama pasukan elit ini diletakkan di Batujajar, Jawa Barat.

Seiring berjalannya waktu, satuan ini mengalami beberapa kali perubahan nama yang mencerminkan perkembangan organisasi dan tuntutan tugas:

  • KKAD (Kesatuan Komando Angkatan Darat)
  • RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat)
  • Puspassus AD (Pusat Pasukan Khusus AD)
  • Kopassandha (Komando Pasukan Sandi Yudha)
  • Kopassus (Komando Pasukan Khusus) sejak tahun 1986.

Dikenal dengan ciri khas Baret Merah dan pisau komando, Kopassus memegang teguh semboyan "Tribuana Chandraca Satya Dharma". Makna mendalam dari semboyan ini adalah prajurit yang telah menguasai tiga alam (darat, laut, dan udara) dengan kesetiaan dan dedikasi penuh terhadap bangsa dan negara.

Warisan sejarah Kopassus bukan hanya tentang taktik perang, melainkan tentang semangat profesionalisme, pengorbanan, dan kecintaan yang tak terbatas pada tanah air. Keberadaannya hingga saat ini tetap menjadi simbol kekuatan dan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi dinamika keamanan global yang terus berubah.

Judul Tulisan  : Kopassus: Menempa Nyali, Menjaga Kedaulatan Negeri

Penyusun        : Tim Parmas dan SDM KPU Ngawi Foto : Wikipedia / Arsip Militer

Referensi       

  • Conboy, K. (2003). Kopassus: Inside Indonesia's Special Forces. Equinox Publishing.
  • Poesponegoro, M.D., & Notosusanto, N. (2008). Sejarah Nasional Indonesia VI. Balai Pustaka.
  • Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat. Sejarah Pengabdian Komando Pasukan Khusus.
  • Berbagai sumber lainnya.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 65 kali
🔊 Putar Suara