Berita Terkini

Sapa Pengurus Baru Exco Partai Buruh di Gerih, KPU Ngawi Gelar Sosialisasi Pemutahiran Data Parpol Semester I

kab-ngawi.kpu.go.id -  Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi kembali melanjutkan agenda kunjungan kelembagaan ke markas partai politik di tingkat lokal. Pada Senin (15/6/2026), KPU Ngawi berkunjung ke Kecamatan Gerih untuk menyambangi Kantor Executive Committee (Exco) Partai Buruh Kabupaten Ngawi. Pertemuan tersebut dimulai pada pukul 11.00 WIB. Kunjungan kali ini dihadiri oleh komposisi tim yang cukup lengkap. Dipimpin Ketua KPU Kabupaten Ngawi, didampingi oleh Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan, Anggota KPU Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, serta Anggota KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Parmas dan SDM). Turut mendampingi pula jajaran staf pelaksana dari Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum KPU Ngawi. Kedatangan rombongan KPU Ngawi disambut hangat oleh jajaran struktur kepengurusan yang baru dari Exco Partai Buruh Kabupaten Ngawi terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, serta jajaran pengurus. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk saling memperkenalkan jajaran struktural masing-masing lembaga. Selain sebagai ajang silaturahmi, agenda utama kunjungan ini berfokus pada koordinasi dan Sosialisasi Pemutahiran Data Partai Politik Berkelanjutan Semester I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini sengaja digelar guna memberikan pemahaman mendalam serta menyamakan persepsi mengenai mekanisme teknis pemutahiran data kepengurusan maupun validitas kepengurusan dan keanggotaan parpol di tingkat daerah sebelum penutupan semester pertama. Dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan KPU Ngawi menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai prosedur pemutahiran data yang valid secara berkelanjutan merupakan langkah penting demi kelancaran administrasi kepemiluan di masa mendatang. KPU Ngawi memberikan asistensi serta ruang diskusi interaktif kepada pengurus baru Exco Partai Buruh mengenai tata cara pelaporan pemutahiran data kepengurusan secara periodik sesuai dengan regulasi  yang berlaku. Melalui komunikasi dua arah yang intensif dan inklusif seperti ini, KPU Kabupaten Ngawi menegaskan komitmennya untuk selalu memberikan pelayanan yang setara, terbuka, dan profesional kepada seluruh partai politik demi terwujudnya demokrasi yang sehat dan akuntabel di Kabupaten Ngawi. (ATH/Tim JDIH KPU Kabupaten Ngawi/Foto: Burhan)

Apel Pagi, Prasetyo Perkuat Kebersamaan dan Ajak Jadikan Pekerjaan Sebagai Ibadah

kab-ngawi.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ngawi melaksanakan apel pagi rutin pada Senin (15/6/2026) di halaman kantor KPU Kabupaten Ngawi. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Komisioner, Jajaran sekretariat, hingga staf. Bertindak sebagai pembina apel, Muh Prasetyo Nugroho menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dalam lingkungan kerja sebagai modal utama dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan. Dalam amanatnya, Muh Prasetyo Nugroho menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan dan sinergi seluruh anggota organisasi. Oleh karena itu, semangat kebersamaan, saling mendukung, dan menjaga komunikasi yang baik perlu terus dipelihara dalam aktivitas kerja sehari-hari. “Setiap pekerjaan akan terasa lebih ringan ketika dikerjakan bersama-sama dengan semangat saling membantu dan saling menghargai. Kebersamaan yang terbangun dengan baik akan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, harmonis, dan produktif,” ujarnya. Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jajaran untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam bekerja dengan menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Menurutnya, setiap tugas yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan niat yang baik akan memberikan manfaat tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga menjadi amal kebaikan bagi diri sendiri. “Jangan sekadar bekerja untuk menyelesaikan kewajiban, tetapi mari kita niatkan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian dan ibadah. Ketika pekerjaan dilakukan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, maka hasil yang dicapai akan lebih berkualitas dan membawa keberkahan,” pesan Muh Prasetyo Nugroho. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, disiplin, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas sebagai aparatur yang mendukung penyelenggaraan demokrasi. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus menjadi budaya kerja yang terus dijaga oleh seluruh jajaran KPU Kabupaten Ngawi. Melalui apel pagi ini, diharapkan seluruh pegawai semakin memperkuat semangat kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap sesama rekan kerja, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dengan menjadikan setiap pekerjaan sebagai bentuk pengabdian dan ibadah. Kegiatan apel pagi berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta menjadi momentum untuk memperkuat motivasi kerja dan kebersamaan dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas kelembagaan KPU Kabupaten Ngawi. (Tim Parmas SDM KPU Ngawi/Dok WeningAsih/ Fajar Mahardhika)

Menjaga Masa Kecil di Era Digital

Jejak Historis : Hari Bermain Internasional  11 Juni 2026 kab-ngawi.kpu.go.id - Kita tentu tidak dapat menghentikan perkembangan zaman. Teknologi akan terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan manusia. Namun, kita tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kemajuan tersebut tidak merampas hak anak untuk menikmati masa kecilnya. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh orang tua dan lingkungan sekitar: Menetapkan batas waktu penggunaan gawai secara proporsional. Meluangkan waktu untuk berbicara dan mendengarkan cerita anak. Mengajak anak melakukan aktivitas di luar ruangan. Mengenalkan permainan tradisional yang kaya nilai budaya dan sosial. Memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi dengan teman sebaya secara langsung. Mengajak anak mengenal lingkungan dan alam sekitar. Kehadiran orang tua, keluarga, dan masyarakat dalam kehidupan anak tidak akan pernah dapat digantikan oleh teknologi secanggih apa pun. Arena Bermain, Laboratorium Demokrasi Pertama bagi Anak Ada satu hal yang sering luput dari perhatian. Arena bermain sesungguhnya merupakan ruang belajar demokrasi yang paling sederhana dan paling dekat dengan kehidupan anak. Dalam permainan kelompok, anak-anak belajar membuat kesepakatan bersama mengenai aturan permainan. Mereka belajar bermusyawarah, menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, dan menerima keputusan yang telah disepakati bersama. Mereka juga belajar tentang kesetaraan. Setiap pemain memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk ikut bermain. Tidak ada yang boleh mendominasi atau mengambil hak orang lain. Ketika harus menunggu giliran, mereka belajar tentang keadilan. Ketika terjadi perselisihan, mereka belajar bernegosiasi, mencari solusi, dan menyelesaikan konflik secara damai. Bahkan saat kalah dalam permainan, anak-anak sedang belajar tentang sportivitas dan kebesaran hati. Mereka memahami bahwa tidak semua keinginan harus selalu terpenuhi, serta belajar menghormati keberhasilan orang lain. Nilai-nilai tersebut merupakan prinsip-prinsip dasar kehidupan demokrasi yang akan mereka bawa hingga dewasa. Menyemai Benih Warga Negara Masa Depan Demokrasi tidak lahir secara tiba-tiba ketika seseorang telah dewasa dan memiliki hak pilih. Demokrasi tumbuh dari kebiasaan, pengalaman, dan nilai-nilai yang dipelajari sejak usia dini. Anak yang terbiasa menghargai aturan permainan akan lebih mudah menghormati aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Anak yang terbiasa mendengarkan pendapat temannya akan lebih mampu menghargai perbedaan pandangan. Anak yang belajar bekerja sama dalam permainan akan lebih siap hidup dalam masyarakat yang majemuk. Karena itulah, setiap permainan yang dilakukan anak hari ini sesungguhnya sedang membentuk karakter warga negara masa depan. Dari lapangan bermain dapat lahir generasi yang toleran, adil, bertanggung jawab, dan menghargai keberagaman. Jejak Historis Hari Bermain Internasional Kesadaran dunia terhadap pentingnya bermain bagi anak semakin menguat dalam beberapa dekade terakhir. Hak untuk bermain bahkan telah diakui dalam Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1989 yang menegaskan bahwa setiap anak berhak untuk beristirahat, bermain, dan berpartisipasi dalam kegiatan rekreasi yang sesuai dengan usianya. Namun berbagai perubahan sosial, urbanisasi, meningkatnya tekanan akademik, serta perkembangan teknologi digital membuat ruang bermain anak semakin berkurang di banyak negara. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, PBB menetapkan tanggal 11 Juni sebagai Hari Bermain Internasional (International Day of Play). Peringatan ini pertama kali dirayakan secara global pada tahun 2024 sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bermain bagi kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan perkembangan anak. Hari Bermain Internasional menjadi pengingat bahwa bermain bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar setiap anak yang harus dijaga dan dipenuhi. Refleksi untuk Kita Semua Peringatan Hari Bermain Internasional bukan sekadar seremonial tahunan. Momentum ini mengajak kita semua untuk merenungkan kembali bagaimana kondisi masa kecil anak-anak saat ini. Apakah mereka masih memiliki ruang untuk berlari dan tertawa bersama teman-temannya? Apakah mereka masih memiliki kesempatan untuk mengenal permainan tradisional yang mengajarkan kebersamaan? Apakah mereka masih memiliki cukup waktu untuk belajar dari pengalaman nyata di luar layar digital? Di tengah kemajuan teknologi yang tidak mungkin dibendung, tugas kita bukan menjauhkan anak dari dunia modern, melainkan menjaga keseimbangan agar mereka tetap memperoleh haknya untuk bermain, belajar, dan tumbuh secara utuh. Karena sesungguhnya, ketika anak bermain, mereka tidak hanya sedang bersenang-senang. Mereka sedang belajar menjadi manusia. Mereka sedang belajar menjadi bagian dari masyarakat. Dan tanpa kita sadari, mereka sedang mempersiapkan diri menjadi warga negara yang demokratis di masa depan. Artikel opini ini disusun dalam rangka memperingati Hari Bermain Internasional, 11 Juni, sebagai refleksi atas pentingnya ruang bermain bagi tumbuh kembang anak serta pembentukan karakter demokratis generasi masa depan. ---------------------------------------- Penyusun : Tim Partisipasi Masyarakat & SDM KPU Kabupaten Ngawi Ilustrasi    : AI

Media Sosial, Ruang Partisipasi dan Penguatan Demokrasi Digital

Jejak Historis Hari Media Sosial Nasional 10 Juni 2026 kab-ngawi.kpu.go.id – Setiap tanggal 10 Juni, masyarakat Indonesia memperingati Hari Media Sosial Nasional. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat kembali besarnya pengaruh media sosial dalam kehidupan modern. Di era digital saat ini, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bertukar informasi, membangun jejaring, hingga wadah partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi generasi muda yang tumbuh bersama perkembangan teknologi, media sosial telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pemanfaatannya perlu diarahkan untuk hal-hal yang produktif, edukatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. 1. Sejarah Hari Media Sosial Nasional Hari Media Sosial Nasional pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015 oleh Handi Irawan, seorang praktisi pemasaran dan pendiri Frontier Group. Gagasan tersebut muncul karena media sosial telah menjadi salah satu instrumen komunikasi yang paling berpengaruh di Indonesia. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar menggunakan media sosial secara bijak, beretika, dan bertanggung jawab. Seiring meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, ruang digital menjadi bagian penting dari kehidupan publik sehingga membutuhkan budaya komunikasi yang sehat dan konstruktif. Hari Media Sosial Nasional bukan sekadar perayaan perkembangan teknologi, melainkan ajakan untuk membangun ekosistem digital yang aman, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. 2. Manfaat Media Sosial di Era Kekinian Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan berinteraksi. Kehadiran media sosial memberikan berbagai manfaat, antara lain: Mempermudah komunikasi tanpa dibatasi jarak dan waktu. Menjadi sarana memperoleh informasi secara cepat dan luas. Mendukung proses pendidikan dan pembelajaran digital. Membantu promosi usaha, produk lokal, dan ekonomi kreatif. Menjadi wadah pengembangan kreativitas serta inovasi generasi muda. Memperluas jejaring sosial maupun profesional. Melalui media sosial, masyarakat dapat saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi. Berbagai gerakan sosial, kegiatan kemasyarakatan, hingga promosi potensi daerah kini dapat menjangkau audiens yang lebih luas dibandingkan sebelumnya. 3. Media Sosial dan Demokrasi Dalam konteks demokrasi, media sosial memiliki peran yang semakin penting. Platform digital telah menjadi ruang publik baru yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi, berdiskusi, serta memperoleh informasi mengenai berbagai isu kebangsaan dan pemerintahan. Media sosial dapat memperkuat demokrasi apabila digunakan secara sehat dan bertanggung jawab. Melalui media sosial, masyarakat dapat: Mengakses informasi publik dengan lebih mudah. Meningkatkan partisipasi dalam berbagai isu sosial dan kebijakan publik. Menyampaikan pendapat secara terbuka dan konstruktif. Mengawasi jalannya pemerintahan melalui kontrol sosial yang positif. Mendorong lahirnya diskusi publik yang inklusif dan beragam. Namun demikian, ruang digital juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, disinformasi, dan polarisasi. Oleh karena itu, setiap warga negara perlu memiliki kemampuan literasi digital agar dapat memilah informasi secara kritis sebelum membagikannya kepada orang lain. Bagi penyelenggara pemilu, media sosial juga menjadi sarana penting dalam menyampaikan pendidikan pemilih, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun kesadaran demokrasi yang berlandaskan fakta dan data yang benar. 4. Langkah yang Harus Dilakukan dan Antisipasi Agar media sosial memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat dan demokrasi, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan: Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat perlu membiasakan diri memverifikasi informasi dari sumber yang terpercaya sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Mengedepankan Etika Bermedia Sosial Perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Karena itu, komunikasi di ruang digital harus tetap mengedepankan kesantunan, saling menghormati, dan menjauhi ujaran kebencian. Bijak Membagikan Informasi Setiap pengguna memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang dibagikan tidak mengandung hoaks, fitnah, maupun provokasi yang dapat memecah persatuan. Menggunakan Media Sosial untuk Hal Positif Media sosial dapat dimanfaatkan untuk edukasi, pengembangan diri, promosi potensi daerah, kegiatan sosial, serta penyebaran nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi. Menjadi Warga Digital yang Bertanggung Jawab Partisipasi aktif dalam ruang digital harus diimbangi dengan sikap kritis, objektif, dan bertanggung jawab terhadap setiap jejak digital yang ditinggalkan. Hari Media Sosial Nasional mengingatkan kita bahwa teknologi akan memberikan manfaat besar apabila digunakan secara bijak. Di tengah perkembangan demokrasi digital, media sosial bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga sarana membangun masyarakat yang lebih cerdas, partisipatif, dan berintegritas. "Gunakan media sosial bukan hanya untuk didengar, tetapi juga untuk menghadirkan informasi yang benar, membangun dialog yang sehat, dan memperkuat demokrasi."   Penyusun : Tim Partisipasi masyarakat SDM KPU Kabupaten Ngawi Ilustrasi    : AI Sumber    : Kemendikdasmen RI (berbagai publikasi tentang Hari Media Sosial Nasional) Media Indonesia, Sejarah Hari Media Sosial 10 Juni Detik.com, Kenapa 10 Juni Diperingati Sebagai Hari Media Sosial? Jurnas.com, Hari Media Sosial Diperingati 10 Juni Liputan6.com, 10 Juni Memperingati Hari Media Sosial Frontier Group, publikasi mengenai pencetusan Hari Media Sosial Nasional Indonesia.  

Jalin Silaturahmi, KPU Ngawi Koordinasikan Pemutakhiran Data Parpol Semester I di Kantor DPC PPP

kab-ngawi.kpu.go.id- Rangkaian agenda kunjungan kerja kelembagaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi ke kantor-kantor partai politik tingkat lokal terus berjalan. Pada Senin (8/6), jajaran pimpinan KPU Ngawi melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Sementara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Ngawi. Agenda tatap muka ini dilangsungkan mulai pukul 11.00 WIB s/d selesai. Rombongan KPU Ngawi dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Ngawi, dengan didampingi oleh Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan, Muhammad Prasetyo Nugroho, serta jajaran staf pelaksana dari Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum. Kedatangan rombongan KPU Ngawi tersebut disambut hangat oleh Plt Ketua DPC PPP Kabupaten Ngawi bersama jajaran pengurus inti partai. Kunjungan lapangan ini utamanya dimaksudkan sebagai sarana silaturahmi sekaligus ruang koordinasi teknis yang berfokus pada tahapan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan untuk Semester I Tahun Anggaran 2026. Pertemuan ini dimanfaatkan kedua belah pihak untuk mencocokkan data kepengurusan terkini sekaligus mengomunikasikan perkembangan regulasi administratif kepemiluan secara langsung. Anggota KPU Kabupaten Ngawi Divisi Teknis Penyelenggaraan, Muhammad Prasetyo Nugroho, menjelaskan pentingnya akurasi basis data dan komunikasi yang berkesinambungan dengan seluruh partai politik peserta pemilu. "Kami mengapresiasi sambutan baik dari Plt Ketua beserta jajaran pengurus DPC PPP Kabupaten Ngawi. Kunjungan koordinasi ini krusial untuk menyamakan persepsi mengenai pemutakhiran data berkelanjutan di Semester I tahun 2026 ini. Melalui pemeliharaan dokumen administrasi yang tertata rapi sejak dini, kita dapat memastikan proses dan tahapan-tahapan kepemiluan yang akan datang berjalan semakin lancar, transparan, dan akuntabel," terang Prasetyo. Meskipun pertemuan dilaksanakan di kantor sementara, diskusi mengenai kesiapan pemenuhan dokumen pendukung parpol untuk pemilu selanjutnya berlangsung interaktif. Di akhir pertemuan, KPU Ngawi kembali menegaskan komitmennya untuk selalu siap memberikan pelayanan prima dan membuka pintu konsultasi seluas-luasnya bagi seluruh partai politik di Kabupaten Ngawi. (ATH/Tim JDIH KPU Kabupaten Ngawi/Foto: Naam)    

Apel Pagi, Sekretaris KPU Ngawi Ajak Jajaran Jaga Profesionalitas Kerja

kab-ngawi.kpu.go.id, KPU Kabupaten Ngawi menggelar apel pagi pada Senin (8/6/2026) di halaman kantor setempat. Kegiatan tersebut diikuti oleh Komisioner, jajaran sekretariat, hingga staf. Bertindak sebagai pembina apel, Sekretaris KPU Kabupaten Ngawi, Budi Rahayu. Dalam amanatnya, Budi Rahayu mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui penambahan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan kerja yang relevan dengan perkembangan kebutuhan organisasi. Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan kinerja yang semakin baik dan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. “Setiap pegawai harus memiliki semangat belajar yang berkelanjutan. Pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki hari ini harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab tantangan pekerjaan yang semakin dinamis. Dengan kompetensi yang baik, kita dapat bekerja lebih efektif, tepat, dan memberikan hasil yang optimal bagi organisasi,” ujarnya. Lebih lanjut, Budi Rahayu menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah tidak boleh menjadi penghalang bagi jajaran untuk tetap memberikan kinerja terbaik. Sebaliknya, kondisi tersebut harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih cerdas, lebih kreatif, dan lebih profesional dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia. “Di era efisiensi saat ini, kita dituntut untuk semakin inovatif dan profesional. Keterbatasan yang ada jangan dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pekerjaan. Justru kita harus mampu menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang baik, koordinasi yang kuat, dan semangat kerja yang tinggi, seluruh tugas dapat dilaksanakan secara optimal,” tegasnya. Selain menyoroti aspek pengembangan kompetensi, Budi Rahayu juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Ia mengajak seluruh pegawai untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebugaran tubuh, serta memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan. “Kesehatan adalah investasi yang sangat penting. Jika tubuh sehat, maka kita dapat bekerja dengan lebih produktif dan maksimal. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran untuk menjaga pola makan, berolahraga secara teratur, dan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik,” pesannya. Melalui apel pagi tersebut, diharapkan seluruh jajaran KPU Kabupaten Ngawi semakin termotivasi untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan kualitas kinerja, menjaga profesionalitas, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas kelembagaan secara efektif, akuntabel, dan berintegritas. (Tim Parmas SDM KPU Ngawi/Dok WeningAsih/ Fajar Mahardhika).

🔊 Putar Suara